Selasa, 14 Desember 2010

Tips Cara Merencanakan Bayi Laki-Laki atau Perempuan

Kehamilan memang misteri seperti halnya jenis kelamin bayi yang dikandung. Tetapi berdasar mitos, atau pengetahuan yang tidak tertulis, jenis kelamin bayi dapat diusahakan sama seperti kehendak kita walaupun belum ada bukti medis yang mendukung teori tersebut.

“Mitos” tersebut menyatakan bila anda menginginkan anak laki-laki, maka yang harus anda lakukan adalah:
  • Usahakan berhubungan intim saat ovulasi (pelepasan sel telur) terjadi. Diyakini sperma jenis laki-laki akan berenang lebih kuat dan cepat untuk mencapai sel telur lebih dahulu.
  • Usahakan perempuan mencapai orgasme terlebih dahulu dibanding pasangannya. Orgasme ini akan melepas cairan alkalin yang lebih bersahabat pada sperma jenis laki-laki.
  • Ambil posisi hubungan intim yang memungkinkan terjadi penetrasi dalam seperti dari belakang (doggie style).
  • Usahakan pasangan pria memiliki jumlah sperma yang tinggi, dengan mengurangi frekuensi berhubungan intim. Hal ini dikarenakan sperma jenis laki-laki tidak sekuat sperma jenis perempuan.
  • Hindari hubungan intim setidaknya seminggu sebelum ovulasi dan hanya berhubungan intim saat hari ovulasi saja.
  • Berhubungan intim malam hari
  • Pilih makanan yang lebih bergaram, makan banyak daging, ikan pasta, buah segar, beberapa jenis sayuran, tetapi hindari susu dan produk turunannya seperti yoghurt dan keju, kacang, coklat dan roti.
Jika anda menginginkan anak perempuan, maka:
  • Lakukan hubungan intim di awal siklus menstruasi atau beberapa hari menjelang ovulasi. Diperkirakan sperma jenis perempuan lebih mampu bertahan lama dan mencapai sel telur.
  • Pria dianjurkan mencapai orgasme lebih dahulu.
  • Berhubungan intim lebih sering untuk membuat jumlah sperma yang dilepas lebih kecil sehingga meningkatkan kemungkinan sperma jenis perempuan mencapai sel telur lebih dahulu.
  • Hindari berhubungan intim sekurangnya empat hari sebelum ovulasi untuk mengurangi kemungkinan sperma jenis laki-laki mencapai sel telur lebih dulu.
  • Berhubungan intim siang hari
  • Perbanyak konsumsi susu dan produk susu, kurangi makanan asin, perbanyak minum air putih dan kurangi daging dan kentang, ikan, bayam, tomat, jamur , kopi dan the.
Sebenarnya ilmu kedokteran mutakhir saat ini memungkinkan kita memilih jenis kelamin calon bayi. Beberapa teknik/metode yang dapat dilakukan dokter secara medis antara lain adalah :

Preimplantation Genetic Diagnosis (PGD)
Caranya adalah dengan menghasilkan embrio di luar rahim (in vitro fertilisation/IVF) yang memungkinkan dilakukan tes kelainan genetik dan jenis kelamin. PGD ini diyakini efektif 100 persen mampu menghasilkan embrio janin dengan jenis kelamin sesuai yang dikehendaki.

PGD ini di Inggris dilarang dilakukan kecuali untuk penelitian medis saja disamping biayanya yang masih terhitung mahal, mencapai 3 ribu pounsterling di Inggris belum termasuk biaya konsultasi, tes medis dan obat-obatan yang diperlukan.

Ericsson
Metode ericsson dilakukan dengan teknik pemisahan antara sperma jenis laki-laki yang mampu bergerak/berenang lebih kuat dan cepat dengan sperma jenis eanita yang lambat bergerak. Kemudian sperma jenis yang diinginkan dimasukkan dalam rahim melalui inseminasi buatan. Metode ini memiliki efektifitas antara 78 sampai 85 persen saat memilih jenis kelamin laki-laki dan 73 sampai 75 persen jika menghendaki jenis kelamin perempuan

Sebagai acuan di Inggris,biaya yang diperlukan untuk inseminasi buatan ini mencapai 4 ribu poundsterling dengan empat kali percobaan inseminasi.

Metode shettles
Melakukan hubungan intim pada hari-hari tertentu selama periode di luar menstruasi. Cara ini dianggap 75 persen efektif. Diketahui bahwa kromosom Y (untuk laki-laki) mampu bergerak lebih cepat tapi tdak dapat hidup lebih lama dibanding kromosom X (untuk perempuan). Sehingga bila menginginkan bayi laki-laki maka hubungan intim dilakukan berdekatan dengan saat ovulasi. Sebaliknya bila menginginkan bayi perempuan, maka hubungan intim dilakukan dua sampai empat hari menjalang ovulasi.

Metode whelan
Melakukan hubungan intim pada hari-hari tertentu selama periode di luar menstruasi. Elizabeth Whelan meng-klaim cara ini terbukti ampuh 68 persen untuk bayi laki-laki dan 56 persen untuk bayi perempuan, walaupun banyak ahli masih bersilang pendapat. Metode ini sangat berkebalikan dibanding metode shettles. Di sini perubahan biokimia tubuh terjadi pada awal siklus menstruasi. Sehingga bila menginginkan bayi laki-laki maka hubungan intim dilakukan enam hari sebelum ovulasi dan bila menginginkan bayi perempuan, maka hubungan intim dilakukan dua sampai tiga hari menjelang ovulasi.

Pada dasarnya berbagai metode medis di atas menyisakan banyak perdebatan di kalangan paramedis termasuk perdebatan etis tidaknya cara tersebut dilakukan. Beberapa ahli menganggap hal tersebut sebagai salah satu cara untuk menyeimbangkan jumlah jenis kelamin, sementara yang lain menganggap hal itu sebagai campur tangan manusia dalam kekuasaan Tuhan.

Garis tengah yang dapat diambil, mungkin hanya berharap “mitos” di atas bekerja dan menyandarkan pada cara-cara alami. Laki-laki atau perempuan sama saja, yang penting lahir sehat.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Daftar Pengunjung